Seperti Inilah Cara Singkat Menghitung Waktu Sholat

Seperti Inilah Cara Singkat Menghitung Waktu Sholat

Seperti Inilah Cara Singkat Menghitung Waktu Sholat 512 512 Januar

Waktu untuk sholat memang sepertinya tidak mengalami perubahan, tetapi jika kamu lebih teliti, ada pergeseran waktu setiap bulannya. Misalnya, Magrib bisa dimulai sejak pukul kurang dari 18.00, tapi bisa juga lebih dari 18.00. Jadwal tersebut tentu bukan tanpa perhitungan, karena untuk menentukan waktu sholat setiap hari ada cara khusus yang matematis. Meskipun ada cara yang mudah untuk mengetahui waktu sholat, tetapi tidak ada salahnya jika kamu mempelajari cara singkat menghitung waktu sholat dengan perhitungan matematis.

Cara Menghitung Waktu Sholat dan Data yang Diperlukan

Jangankan beda negara, berbeda kabupaten pun bisa membuat jadwal sholatmu berbeda meskipun hanya terpaut satu atau dua menit. Hal ini karena memang untuk menentukan waktu sholat didasarkan pada posisi matahari terhadap tempat tersebut. Inilah mengapa ada banyak data yang diperlukan untuk menghitung waktu sholat. Data tersebut antara lain adalah:

  • Bujur Tempat(BT)
  • Lintang Tempat(LT)
  • Deklinasi Matahari(DM)
  • Perata Waktu Matahari(PWM)
  • Sudut Waktu Matahari(SWM)
  • Kulminasi Matahari(K)
  • Koreksi Waktu Daerah(KWD)
  • Tinggi Matahari(TM)
  • Ihtiyat(IH)
  • Tinggi Tempat(TT)
  • Refraksi(Ref)
  • Semidiameter Matahari(Sdm)
  • Krendahan Ufuk(KU)

Dari data-data di atas, akan didapat sebuah rumus untuk waktu shalat. Masing-masing waktu shalat memiliki rumus yang berbeda.

Rumus waktu sholat Dhuhur adalah (12 – PWM – KWD + IH), sedangkan rumus sholat Ashar, magrib, dan isya adalah (12 – PWM +(SWM : 15) – KWD + IH). Kemduian rumus waktu sholat shubuh adalah (12 – PWM – (SWM : 15) – KWD + IH.

Rumus waktu imsak adalah (awal waktu sholat Shubuh – 10 menit). Rumus terbit adalah (12 – PWM – (SWM : 15) – KWD – IH). Untuk sholat Dhuha rumusnya adalah (12 – PWM – (SWM: 15) – KWD + IH). Shalat Idul Adha dirumuskan dengan (12 – PWM – (SWM : 15) – KWD + IH). Sedangkan Sholat Idul Fitri dirumuskan (12 -PWM – (SWM : 15) – KWD + IH).

Baca juga : Kisah Singkat Rosulullah Mendirikan Masjid Pertama Kali yang Perlu Diketahui

Selain itu, untuk mencari Sudut Waktu Matahari(SWM), kamu juga memerlukan rumus sendiri. Rumusnya SWM adalah Sin TM : Cos LT : Cos DM – Tan LT x Tan DM.

Kemudian ada rumus untuk mencari KWD. Rumusnya adalah = Nilai Bujur Tempat (BT) – 105¤ untuk WIB, 120¤ untuk WITA, dan 135¤ untuk WIT. Hasil dari pengurangan tersebut kemudian dibagi 15¤.

Ada pula rumus untuk Kerendahan Ufuk(KU), yaitu dengan rumus 0¤ 1,76’ x 70m.

Selain itu, karena untuk sholat Ashar memerlukan data Zenith untuk menentukan TM-nya, maka ada rumus untuk data ZM. Rumusnya adalah: Deklinasi Matahari(DM) – Lintang Tempat (LT) mutlak (mk).

Demikian adalah beberapa rumus yang bisa Anda gunakan untuk menentukan waktu sholat. cara singkat menghitung waktu sholat.

WhatsApp WhatsApp Kami