Sebelum Ada Jam, Bagaimana Dahulu Menghitung Waktu Sholat?

Menghitung Waktu Sholat

Sebelum Ada Jam, Bagaimana Dahulu Menghitung Waktu Sholat?

Sebelum Ada Jam, Bagaimana Dahulu Menghitung Waktu Sholat? 1024 606 Januar

Kalau kamu umat Muslim, tentu menjalankan sholat 5 waktu adalah kewajiban kan? Agar tidak ketinggalan, sebagian orang memakai berbagai cara untuk mengetahui waktu sholatnya. Kalau sekarang ini kita bisa semakin gampang tahu waktunya dari jam digital, orang zaman dulu hanya menggunakan cara penghitungan manual. Bagaimana dahulu menghitung waktu sholat?

Teknologi Sederhana Buat Menghitung Waktu Sholat

Dulu zaman belum secanggih sekarang. Orang zaman dulu kalau mau shalat, harus menghitungnya dulu secara manual. Tapi hal itu tidak menjadi masalah buat mereka karena dari dulu umat Muslim sudah lebih dulu mengenal teknologi sederhana, yaitu membaca alam agar bisa mengetahui waktu sholat yang tepat.

Pembacaan alam yang berasal dari pemanfaatan sinar matahari menjadi sangat penting buat mereka. Tidak heran ada beberapa benda yang sengaja mereka buat agar bisa mengetahui arah sinar mataharinya. Beberapa teknologi sederhana yang sudah sempat dibuat buat menghitung waktu sholat yaitu jam bencet, jam matahari, dan jam istiwa.

Baca juga : Harga Jam Digital Paling Terjangkau dan Berkualias Ini Keren Banget

Dari ketiga nama teknologi alam yang sederhana itu, ketiganya memanfaatkan sinar matahari sebagai patokan waktu sholat saat itu. Misalkan saja secara umum, orang zaman dulu menghitung waktu sholat dengan menggunakan jam bencet yang memanfaatkan posisi tertentu sinar matahari.

Jam bencet merupakan teknologi sederhana orang zaman dulu yang bentuknya lempeng cekung dengan setengah lingkarannya. Saat alat itu masih dibuat menggunakan tembaga saja. Kalau diperhatikan, ada guratan angka yang sengaja dibuat agar bisa menghitung waktu sholatnya.

Sholat

Di atas lempengnya itu, ada besi panjang yang tepat presisi di tengah-tengah sebagai penunjuk waktu sholatnya. Buat penempatannya juga harus dilakukan secara presisi karena harus disesuaikan tepat dengan pantulan sinar mataharinya. Di saat posisinya sudah tepat, maka mereka langsung menghitungnya sebagai penunjuk waktu sholat.

Dari cara kerjanya, sinar matahari akan terpantul pada lempeng cekung itu. Secara otomatis, bayangan dari besi panjang itu akan terpantul sehingga menunjuk ke angka atau garis-garis tertentu. Yang menjadi kekurangan alat ini adalah tidak bisa dipakai sama sekali saat cuaca sedang mendung atau malam hari.

Tentu saja cara penghitungannya yang masih sederhana itu sama akuratnya seperti dengan cara penghitungan yang sekarang. Perlu kamu tahu, dulu selain memakai sinar matahari, tidak ada lagi yang memungkinkan buat mengetahui waktu sholat. Karena posisinya yang sudah pasti, karena hanya geser ke utara atau selatan, jadinya penghitungan pun bisa dilakukan dengan gampang.

Baca juga : Manfaat Sholat Tepat Waktu Perlu Anda Terapkan

Tidak heran sekarang ini banyak yang mengapresiasi orang-orang zaman dulu yang menghitung waktu sholat hanya memakai sinar matahari saja. Tidak bingung lagi kan bagaimana dahulu menghitung waktu sholat? Hanya memanfaatkan sinar matahari saja, orang zaman dulu sudah bisa menentukan waktu sholat. Sekarang ini yang sudah semakin gampang karena sudah ada jam, apalagi sistemnya yang digital, kamu tidak usah repot-repot lagi melihat posisi sinar mataharinya.

WhatsApp WhatsApp Kami